Racauan di sudut lab

Kerja atau Wiraswasta | Jun 12th 2008

Jalur manusia (Indonesia) itu sesuatu yang sangat linear. TK, lulus SD, belajar supaya bisa masuk SMP (yang bagus). Belajar giat di ebtanas/uan biar bisa masuk SMA yang bagus. Belajar giat juga biar lulus UMPTN (atau kalau beruntung nggak usah belajar, tapi punya ortu kaya) supaya bisa masuk ITB (atau UI juga boleh deh… :D he he he.. just kidding), atau yang penting universitas negeri. Di universitas, belajar giat, supaya dapat kerjaan yang bagus, perusahaan minyak luar negeri misalnya. Perusahaan minyak luar negeri ini menggantikan posisi pegawai negeri sebagai kerjaan yang paling didamba calon mertua :) .

Jalan lain adalah wiraswasta. Sayangnya wiraswasta adalah jalan yang sulit, yang tidak jelas, dan tidak pasti (apalagi kalau calon mertua sudah mulai melotot). Saya rasa resiko untuk berwiraswasta sangat membuat orang menghindari dan menjauhi.

Pengalaman saya dalam mencoba berwiraswasta tidak beda jauh. Perlu dedikasi tinggi, percaya diri, keberuntungan dan tentunya kemampuan. Untungnya saya punya percaya diri banyak, tapi sayangnya faktor lain mungkin masih kurang :) . Kerja berbulan bulan tanpa digaji, kerja malam malam pada saat waktu yang seharusnya untuk istirahat. Hasilnya… $20 dalam waktu 6 bulan. Tentunya bukan hasil yang sangat menggembirakan.

GM headquarters - CC License Flickr Mandj98

Kemarin saya iseng iseng daftar kerja praktek di General Motor (pabrik mobil di Detroit). Alhamdulillah, saya ditawari kerja praktek selama 3 bulan. Kadang kalau ditanya teman di Indonesia, kikuk juga sih, “lagi ngapain?”…

“mmm… anu, lagi kerja praktek”

“yaelah… umur segini… “

Anyway, satu faktor yang membuat cukup kaget adalah bayaran. Bayaran kerja praktek saya cukup besar. $5000. Bukan bermaksud menyombong ya. Tapi angka ini cukup penting untuk saya beberkan.

Saya jadi berpikiran, kalau kerja praktek saja dapat $5000 / bulan, berarti kalau saya berwiraswasta, saya harus mendapat jauh lebih besar dari itu. Misal saya kerja di suatu perusahaan, dan mendapatkan gaji $5000 per bulan, itu artinya $60,000 per tahun.

Misal saya berwirasawasta, saya harus minimal mendapatkan jumlah yang sama (kalau tidak, ngapain berwiraswasta). Tentunya kalau dari hasil berwiraswasta saya juga mendapat $5000 per bulan, itu bisa dibilang cukup sukses.

Tapi masalahnya, wiraswasta penuh dengan resiko. Belum tentu sesuatu yang kita kerjakan menghasilkan. Bisa jadi kita tidak menghasilkan apa apa, atau bahkan rugi. Dalam berwiraswasta, kita perlu membuat target, berapa uang yang dihasilkan dalam berwiraswasta ini?

Untuk menghitung ini, saya mencoba menganalisa dengan sebuah formula yang cukup sederhana. Okay, misal setiap proyek yang kita kerjakan memerlukan waktu 1 tahun, artinya 1 man year. Dan misal kemungkinan sukses 10%.

Expected value adalah nilai yang dapat kita harapkan. Formulanya adalah Probabilitas x Nilai.

Dalam waktu satu tahun, kerja di kantor menghasilkan $60,000 (Expected Value Work EVw = 1.0 * 60000 ).

Expected value untuk wiraswasta (enterpreneurship) EVe dalam kasus ini adalah :

EVe = 0.1 x HE. HE = hasil dari berwiraswasta. Agar EvE=EVw, maka HE = 10 * 60,000 atau $600,000.

Jadi agar hasil kerja sama dengan hasil wiraswasta, dalam berwiraswasta kita harus membuat sebuah bisnis yang kira kira menghasilkan uang yang berlipat ganda dibandingkan dengan kerja. Saya pribadi harus membuat bisnis yang menghasilkan kira kira 600.000 per tahun.


No Comments Yet »

Ada yang ingin disampaikan?RSS Komentar URI Lacak Balik

Tentang penulis

Edo, Roby dan Reza

Cari

Navigasi

Kategori:

Tautan:

Arsip:

Feed