Racauan di sudut lab

India, lebih dari Bollywood…

Kemarin saya men-google ‘automatic summarizer’ (untuk apa? Itu cerita lain kali OKs?). Automatic summarizer atau mungkin bahasa Indonesianya adalah peringkas otomatis dapat membuat sebuah ringkasan dari sebuah artikel. Saya ingin tahu apa ada sebuah tool (gratis :) ) yang dapat didownload dan digunakan untuk aplikasi lain. Satu satunya automatic summarizer yang saya kenal adalah milik Microsoft Word (Coba Tools->Auto Summarize).

Microsoft Word meringkas sebuah dokumen dengan cara yang sebetulnya tidak terlalu cerdas. Teknik Word sepertinya adalah mengambil kalimat pertama / kalimat terakhir dari sebuah paragraf dan menghilangkan beberapa kata kata tidak penting. Auto summarizing yang bagus (dan juga penerjemah otomatis) merupakan salah satu masalah yang banyak diteliti, karena untuk membuat ringkasan atau terjemahan yang baik, sebuah komputer perlu mengerti isi dari sebuah dokumen. Banyak disertasi PhD yang intinya adalah memperbaiki teknik untuk ringkasan atau terjemahan otomatis.

Kembali ke topik utama. Salah satu hasil search google saya adalah situs scriptlance. Bagi yang tidak tahu, scriptlance adalah sebuah situs dimana programmer bisa menawarkan jasa pemrograman untuk pembuatan aplikasi kecil. Salah satu tawaran pekerjaan yang diberikan adalah untuk auto summarizer. Daftar permintaan clientnya:

I want a website that people can go to and type(or paste) words, and have whatever they typed in summarized. These are the features:
-People can tune a summary’s length by choosing from 5% to 50% of the article’s original length or ask for a 100, 250,500 or 1,000word summary
-The summaries must have some new words(not just same article jumbled around)
-Summaries must get to the crux of the matter, pulling out main points and eliminating unessential information, especially at the highest compression levels
-Summaries should usually be quite understandable(I know the wording may be a little off, depending on the article

Gila kan?

Bagi yang tidak tahu, pertanyaan diatas adalah pertanyaan retoris. Ini permintaan yang cukup gila. Dia meminta sebuah summarizer yang bisa membuat kata kata baru. Cukup sulit…

Lebih gila lagi ada yang mengatakan bahwa dia bisa melakukannya dalam 16 hari (dengan ongkos hanya $210 – Rp 2 juta). Khayal!

$210 16 days 2/15/2008 at 1:28 EST
Hello, we have an Expert team of 70 Webdesigners and developers for you …who will start working on your Project Article Summarizer ASAP , and there will be constant communication online and on phone…Looking forward to hear from you , Thanks, Shivani

Si penawar jasa ini sepertinya salah satu outsourcer dari India (namanya nama India). Sepertinya pula dia mengcopy paste teks di atas untuk semua proyek, tanpa mencoba mengerti benar benar apa yang diminta oleh klien.

Oke, itu salah satu contoh outsourcing yang nggak bener. Tapi bisnis outsourcing di India cukup besar. Menurut situs ini pada tahun 2003,  outsourcing programming di India menghasilkan $11.3 milyar.

Bagaimana dengan Indonesia? Cukup banyak orang Indonesia yang juga menyarankan kita untuk terjun ke pasar outsourcing.  Banyak orang yang merasa bahwa kemajuan kita dalam bidang IT dapat dimulai dengan penghasilan yang cukup tinggi dari outsourcing.

Saat ini, India memiliki beberapa keuntungan dibanding kita dalam hal outsourcing. Beberapa di antaranya:

  1. Orang India lebih berpengalaman, dan sudah memiliki market yang besar.
  2. Semangat, sepertinya orang India jauh lebih bersemangat dalam hal ini daripada orang Indonesia
  3. Koneksi, saat ini jauh lebih banyak orang India yang bekerja di luar negeri daripada orang Indonesia. Akibatnya orang India lebih cenderung mengirim pekerjaan ke India.
  4. Bahasa. Agar outsourcing berhasil perlu komunikasi yang baik antara klien danprogrammer. Kemampuan bahasa Inggris orang India harus diakui jauh lebih baik daripada orang Indonesia

Jadi apa yang bisa kita lakukan agar bisnis outsourcing Indonesia laku di pasaran luar negeri? Apa yang bisa kita banggakan? Kerja keras? Kreatifitas? Salah satu diskusi yang pernah saya dengar adalah bahwa salah satu keunggulan kita adalah seni dan estetika. Jadi bagaimana kalau outsourcing kita menonjolkan aspek itu? Hasil program outsourcing Indonesia selain efektif, efisien, tetapi juga berseni dan sangat enak dilihat?


Kolaborasi Sudut Lab

Blog apaan sih ini…?

Blog ini adalah sebuah kolaborasi antar tiga mahasiswa PhD. Masing-masing terpisah jarak cukup jauh (yang jelas nggak bisa naik becak untuk saling mengunjungi). Yang cinta Indonesia, tetapi sering sebel juga sama yang namanya manusia Indonesia, walaupun saat ini ketiganya tidak ada di Indonesia.

Kami semua adalah lulusan sebuah institut teknik cukup terkenal di bandung (yang mana hayo…?) dan saat ini sedang menimba ilmu pengetahuan di luar negeri. Profil kami akan kami pasang di sebuah halaman dalam waktu dekat.

Kami semua punya keinginan, keinginan untuk melihat Indonesia menjadi bangsa yang mandiri bukan manja, yang produktif dan tidak konsumtif, yang nyaman dan bukan nyakitin hati, dan yang adil dan mmm… tidak tidak adil.

Di waktu luang, di antara paper yang harus ditulis, program yang harus di-debug, profesor yang harus ditemui, rekan lab yang harus dibantah, dan experimen yang harus *HARUS* dikerjakan; kami ingin berdiam sebentar di sudut lab masing masing, dan merenung. Apa yang bisa kami lakukan yang bisa membawa dampak baik bagi umat manusia.

Salah satu kontribusi kami adalah blog ini. Blog yang membahas tentang teknologi dan manusia. Trend teknologi dan inovasi yang ada saat ini. Teknologi efektif dan efisien, yang cukup menarik. Harapan kami, pembaca dapat mendapatkan ilmu, ide, dan semangat untuk melakukan sebuah inovasi


Tentang penulis

Edo, Roby dan Reza

Cari

Navigasi

Kategori:

Tautan:

Arsip:

Feed